Kisah generasi keempat melestarikan warung legendaris bu Spoed, pertahankan cita rasa sejak 1920
Diperbarui 16 Nov 2023, 19:27 WIB
Diterbitkan 17 Nov 2023, 08:00 WIB
Brilio.net - Bagi para pecinta warung makan khas Jawa pasti nggak asing dengan warung makan satu ini. Yup, warung Bu Spoed tetap eksis di tengah menjamurnya warung makan modern saat ini. Warung makan ini telah menjadi langganan masyarakat Yogyakarta hingga luar kota, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono ke-IX.
Legenda tentang warung ini sempat muncul pada sekitar 1980-an. Alkisah, warung Bu Spoed pernah menolak permintaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang memborong menu tahu bacem Bu Spoed. Cita rasa masakan Bu Spoed ini membuat sang Sultan mengutus orang kepercayaannya untuk memborong masakan.
-
Mencicipi nikmatnya sego blawong, makanan sakral kegemaran Raja Jogja Makanan ini dianggap cukup sakral karena hanya disajikan ketika acara peringatan Tingalan Dalem atau ulang tahun Sultan.
-
Bakmi Jawa Mbah Mo, kuliner sederhana melegenda dari pelosok desa Bakminya tanpa kecap, selalu memakai telur bebek dan daging ayam kampung. Rasanya jangan ditanya.. Joss banget!
-
Ramuan Jamu Peres Bu Tari, suguhan minuman sehat sejak era Sri Sultan Hamengkubuwono IX Saking legendarisnya, sebelum kios beroperasi pengunjung beramai-ramai antre untuk menunggu warung tersebut dibuka.
Namun, sayangnya ditolak karena masih banyak pelanggan lainnya yang sudah jauh-jauh datang ke warung Bu Spoed demi mencicipi masakan khas warung ini. Jika diborong Sri Sultan Hamengku Buwono ke-IX maka para pelanggan lain yang sudah mengantri terpaksa pulang dengan sia-sia.
Tak ingin para pelanggan lainnya kecewa, akhirnya pemilik warung bu Spoed yang dikenal 'Mbah Galak' memutuskan untuk menolak permintaan Sultan. Keesokan harinya Mbah Galak meminta agar utusan Sultan memesan terlebih dahulu agar bisa disiapkan.
Begitulah kisah yang membekas dari warung Bu Spoed.
Hingga kini anak cucu Bu Spoed merasa terpanggil untuk meneruskan warung makan legendaris ini. Tentu saja mereka berusaha mempertahankan cita rasa yang sudah begitu terkenal.
Kini, warung Bu Spoed sudah diteruskan ke generasi ke-4. Meski sudah bertahun-tahun lamanya warung ini tetap mempertahankan keistimewaan rasa dan tekad dari para pemiliknya untuk melanjutkan perjalan makanan Jawa tradisional ini.
foto: Sri Jumiyarti/Brilio.net
Warung Bu Spoed berdiri sejak tahun 1920 artinya sudah bertahan 100 tahun lamanya di tengah perkembangan zaman. Warung makan Bu Spoed berlokasi di Jalan Ibu Ruswo No 32, Prawirodirjan, Kec Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Semula warung ini berada di sekitar pojok Beteng Lor Wetan lalu pindah 100 meter ke Jalan Ibu Ruswo Nomor 32 sejak tahun 2020 lalu. Berpindahnya lokasi warung bu Spoed karena revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta kala itu.
"Sebelah benteng baru, jadi karena kita terkena revitalisasi jadi kita menggeser sedikit 100 meteran," Ungkap bu Sari generasi penerus bu Spoed saat ditemui brilio.net pada Kamis (9/11).
(brl/mal)
RECOMMENDED ARTICLES
- Pria ini resign, bukan bikin kedai kopi pilih jualan rempah kekinian, sukses masuk event internasional
- Jalan Makan Mie Tiwi, Nyobain Mie Garing Khas Makassar
- Menilik perjalanan Warung SiJum Depok yang bagikan makan gratis ratusan porsi sehari
- Lezatnya mi mercon buatan muazin Masjid Gedhe, tetap diburu pembeli walau ada di gang sempit
- Tak lanjutkan pendidikan kuliner di Singapura, ini kisah sukses pemilik Mi Sapi Banteng di Jogja
- Lupis Mbah Satinem, jajanan legend yang pernah dicicipi Lee Seung-gi
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas