Manfaatkan barang bekas, begini cara menanam kangkung tanpa tanah di rumah

Manfaatkan barang bekas, begini cara menanam kangkung tanpa tanah di rumah
foto ilustrasi: Gemini AI

Berkebun kini bukan lagi aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh pemilik lahan luas. Bagi yang tinggal di perkotaan dengan area terbatas, metode menanam kangkung di ember bekas bisa menjadi pilihan yang sangat cerdas. Selain ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik, metode ini juga menjamin ketersediaan sayuran organik yang segar langsung dari teras rumah.

Dengan wadah sesederhana ember bekas, siapa pun bisa mulai berkebun kangkung. Perawatannya tidak menuntut waktu banyak, namun hasilnya bisa sangat memuaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Mari kita simak panduan lengkap budidaya kangkung di dalam ember berikut ini.

Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum mulai, pastikan sudah menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan agar proses menanam berjalan lancar:

Alat:

- Ember plastik bekas (ukuran 5 kg atau kapasitas 12-20 liter).
- Wadah kecil berlubang (bisa berupa net pot atau baki plastik yang dimodifikasi).
- Semprotan air (sprayer) untuk menjaga kelembapan awal.
- Gunting tanaman yang tajam untuk keperluan panen.
- Alat ukur pH dan TDS (opsional) guna memantau kualitas larutan nutrisi.

Bahan:

- Media tanam (pilih salah satu: arang sekam, rockwool, atau cocopeat).
- Benih kangkung unggul yang memiliki daya tumbuh tinggi.
- Nutrisi tanaman (khususnya nutrisi hidroponik seperti AB Mix).
- Air bersih sebagai media pelarut.

Tahapan Menanam Kangkung secara Praktis

Ikuti langkah-langkah sistematis ini untuk memulai kebun kangkung di ember:

1. Cuci bersih ember bekas, lalu isi dengan air sebanyak kurang lebih 4 liter.
2. Letakkan wadah berlubang di atas mulut ember. Pastikan bagian dasar wadah sedikit menyentuh permukaan air.
3. Rendam benih kangkung selama satu malam (24 jam). "Buang yang mengapung" karena biasanya benih tersebut kurang berkualitas.
4. Siapkan media tanam di dalam wadah berlubang dan ratakan.
5. Tebarkan benih yang sudah direndam secara merata di atas media, lalu lembapkan menggunakan sprayer.
6. Letakkan di tempat yang mendapatkan sinar matahari setelah benih mulai berkecambah (biasanya setelah didiamkan semalam).
7. Saat memasuki hari ke-8, ganti air di dalam ember dengan larutan nutrisi AB Mix sesuai dosis.
8. Lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi air dan ketersediaan nutrisi.

Tips Merawat Kangkung Agar Tumbuh Subur

Kangkung memerlukan perhatian kecil agar pertumbuhannya optimal dan daunnya hijau segar. Perawatan rutin sangat penting untuk hasil panen yang melimpah.

- Jika cuaca sedang sangat terik, siram tanaman dua kali sehari.
- Pastikan larutan nutrisi diganti secara rutin setiap 1 atau 2 minggu sekali.
- Kebersihan wadah harus tetap dijaga agar tidak menjadi sarang jentik nyamuk atau lumut.
- Supaya pertumbuhan batang tidak miring, putar posisi ember setiap tiga hari sekali agar seluruh bagian tanaman mendapat sinar matahari yang cukup.

Panduan Panen Kangkung yang Benar

- Kangkung biasanya sudah siap dipetik setelah memasuki usia 20-25 hari.
- Ciri-cirinya adalah daun yang sudah lebat dan terlihat segar.
- Gunakan gunting tajam untuk memotong batang sekitar 5 cm di atas media tanam.

Dengan cara memotong batang ini, tanaman tidak akan mati dan bisa tumbuh kembali untuk panen-panen berikutnya.

Mengapa Metode Ember Lebih Baik?

Selain hemat tempat, menanam kangkung di ember (sistem wick atau rakit apung sederhana) meminimalkan risiko serangan hama dari dalam tanah. Selain itu, penggunaan air menjadi jauh lebih hemat karena air nutrisi tertampung di dalam ember dan tidak meresap hilang seperti pada penanaman di lahan terbuka.

Pertanyaan Seputar Menanam Kangkung di Ember Bekas

1. Apa itu kangkung di ember bekas?

Metode menanam kangkung menggunakan ember plastik bekas sebagai wadah tanam.

2. Berapa lama kangkung bisa dipanen?

Umumnya 20-25 hari setelah tanam.

3. Perlukah sinar matahari langsung?

Ya, minimal 4-6 jam per hari.

4. Bisa dipanen berkali-kali?

Bisa, dengan memotong batang tanpa mencabut akar.

(brl/tin)

Source: liputan6.com / Rizky Mandasari
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan pemeriksaan dan kurasi oleh Editorial.

  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas