Malas gosok wajan berlemak? Warganet ini punya solusi simpel yang hanya butuh 1 alat
Diperbarui 3 Mei 2026, 22:21 WIB
Diterbitkan 6 Mei 2026, 10:00 WIB

Brilio.net - Memasak memang bisa jadi kegiatan yang sangat memuaskan. Ada kepuasan tersendiri setiap kali berhasil menyajikan hidangan yang lezat untuk keluarga atau diri sendiri. Tapi kalau ditanya soal bagian yang paling bikin enggan memasak lebih sering, jawabannya hampir selalu sama: mencuci peralatan dapur setelahnya.
Tidak semua peralatan masak sama sulitnya dibersihkan. Wajan yang habis dipakai menggoreng atau menumis adalah salah satu yang paling merepotkan — permukaannya penuh lapisan lemak yang licin, lengket, dan tidak mau pergi hanya dengan sabun biasa. Spons pun biasanya langsung berminyak dan kusam setelah dipakai membersihkan wajan seperti ini.
Mengapa Lemak di Wajan Susah Dibersihkan?
Lemak bersifat hidrofobik — tidak bercampur dengan air begitu saja. Itulah kenapa sekadar membilas wajan dengan air tidak akan efektif. Sabun cuci piring memang membantu memecah lemak, tapi kalau lapisannya tebal, spons biasa sering kali tidak cukup kuat untuk mengangkat semuanya sekaligus — butuh beberapa kali gosok yang melelahkan.
Solusi Tak Terduga: Tisu Basah sebagai Senjata Rahasia
Warganet pemilik akun TikTok @separuhjadi berbagi trik yang cukup mengejutkan banyak orang. Alih-alih mengandalkan spons, ia justru menggunakan tisu basah sebagai alat utama membersihkan wajan berlemak. Dikombinasikan dengan dua bahan dapur sederhana, cara ini diklaim jauh lebih efektif dan tidak butuh tenaga ekstra sama sekali.
Langkah-Langkah Membersihkan Wajan Berlemak Tanpa Spons
Langkah 1 — Siapkan tisu basah dan letakkan di dalam wajan
Ambil beberapa lembar tisu basah, lalu letakkan langsung di atas permukaan wajan yang masih berlapis lemak. Tidak perlu menunggu wajan benar-benar dingin — suhu hangat justru membantu proses selanjutnya bekerja lebih optimal.
Langkah 2 — Tuangkan sabun cuci piring dan air panas

foto: TikTok/@separuhjadi
Tambahkan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wajan, kemudian tuangkan air panas di atasnya. Air panas berfungsi mengencerkan dan melunakkan lapisan lemak, sementara sabun bekerja memecah partikel minyak agar lebih mudah terangkat.
"Pakai tisu basah biar lebih menyerap," ungkap warganet pemilik akun TikTok @separuhjadi, dikutip BrilioFood, Rabu (6/5/2026).
Di sinilah peran tisu basah menjadi krusial — berbeda dari spons yang hanya menggeser lemak ke permukaan lain, tisu basah langsung menyerap dan menahan lemak yang sudah dilunturkan oleh kombinasi air panas dan sabun.
Langkah 3 — Aduk dengan sendok atau spatula

foto: TikTok/@separuhjadi
Tanpa perlu menunggu, langsung aduk campuran tisu, sabun, dan air panas tadi menggunakan sendok atau spatula. Dalam waktu singkat, lemak yang semula menempel di permukaan wajan akan terserap masuk ke dalam tisu. Air di dalam wajan pun berubah warna menjadi kekuningan — pertanda lemak sudah berhasil terangkat dari permukaan.
Langkah 4 — Buang tisu, bilas, dan keringkan

foto: TikTok/@separuhjadi
Setelah lemak terserap, angkat tisu basah dan buang ke tempat sampah. Jangan ke saluran wastafel, karena tisu basah tidak mudah terurai dan bisa menyumbat pipa. Bilas wajan dengan air mengalir hingga bersih, tiriskan, lalu keringkan sebelum disimpan kembali.
Mengapa Metode Ini Bekerja Lebih Baik dari Spons?
Secara sederhana, ini soal perbedaan mekanisme antara menyerap dan menggeser. Spons cenderung memindahkan lemak dari permukaan wajan ke permukaan spons — dan karena spons tetap menyimpan lemak itu, efektivitasnya menurun setiap kali digunakan. Tisu basah, di sisi lain, menyerap lemak dan langsung dibuang bersama kotoran yang terangkat. Tidak ada sisa lemak yang berputar-putar.
Ditambah lagi, sifat tisu basah yang lebih tebal dan bertekstur dibanding tisu kering membuatnya mampu menampung lebih banyak cairan berminyak sekaligus.
Cocok untuk Jenis Wajan Apa Saja?
Metode ini cukup universal dan bisa digunakan untuk berbagai jenis wajan — stainless steel, wajan biasa, maupun wajan anti lengket. Untuk wajan anti lengket khususnya, cara ini bahkan lebih direkomendasikan karena tidak melibatkan gesekan sama sekali, sehingga lapisan anti lengket tetap aman dan tidak tergores.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan air yang terlalu mendidih pada wajan anti lengket yang sudah mulai menua, karena suhu ekstrem bisa mempercepat kerusakan lapisan coating-nya.
Tips Tambahan Agar Wajan Tetap Awet dan Mudah Dibersihkan
- Selesai memasak, jangan langsung menyiram wajan panas dengan air dingin. Perubahan suhu drastis bisa membuat wajan melengkung atau lapisan coating retak.
- Untuk mencegah lemak menempel terlalu tebal, lap sisa minyak berlebih dengan tisu kering sesaat setelah selesai memasak dan sebelum wajan sempat dingin.
- Simpan wajan di tempat yang kering — kelembapan yang tersisa bisa memicu karat pada wajan berbahan besi biasa.
FAQ
1. Apakah semua merek tisu basah bisa digunakan, atau ada yang lebih direkomendasikan?
Hampir semua tisu basah bisa digunakan untuk trik ini. Tisu basah berbahan lebih tebal — seperti yang biasa digunakan untuk bayi — cenderung lebih efektif karena daya serapnya lebih besar. Tisu basah yang mengandung sedikit alkohol juga bisa membantu karena alkohol bersifat pelarut ringan terhadap minyak.
2. Berapa lembar tisu basah yang dibutuhkan untuk wajan ukuran besar?
Untuk wajan berdiameter sedang hingga besar dengan lemak yang cukup banyak, tiga hingga lima lembar biasanya sudah memadai. Kalau lemak sangat tebal dan banyak, tidak ada salahnya menambah beberapa lembar lagi agar penyerapan lebih maksimal.
3. Apakah air panas bisa diganti dengan air suhu ruang?
Bisa, tapi hasilnya tidak akan seoptimal menggunakan air panas. Suhu panas membantu mengencerkan lemak sehingga lebih mudah terangkat dan diserap. Dengan air dingin atau suhu ruang, mungkin masih ada sisa lemak tipis yang perlu dibantu dengan sedikit penggosokan ringan setelahnya.
4. Apakah trik ini juga bisa dipakai untuk membersihkan panci atau loyang yang berminyak?
Bisa. Prinsipnya sama dan hasilnya kurang lebih serupa. Untuk loyang panggang yang permukaannya lebih luas, mungkin perlu lebih banyak tisu dan sedikit lebih banyak waktu pengadukan agar seluruh permukaan terjangkau.
5. Apakah sabun cuci piring bisa diganti dengan sabun lain seperti sabun colek?
Sabun cuci piring memang dirancang khusus untuk memecah lemak, sehingga paling efektif untuk keperluan ini. Sabun colek bisa digunakan sebagai pengganti, tapi konsistensinya yang lebih padat mungkin perlu dilarutkan lebih dulu agar bisa bercampur merata dengan air panas di dalam wajan.
RECOMMENDED ARTICLES
- 5 Rekomendasi bahan wajan anti lengket untuk semua dompet, ada yang murah sampai mewah
- 5 Rekomendasi wajan honeycomb yang aman, anti lengket, dan bisa dipakai di semua jenis kompor
- 5 Rekomendasi wajan stainless 304 yang tahan karat, aman, dan mudah dibersihkan di bawah Rp350.000
- 5 Rekomendasi wajan stainless steel terbaik 24 cm, awet dan masak anti lengket
- 9 Rekomendasi merk wajan anti lengket terbaik dengan gagang ergonomis, nyaman untuk masak setiap hari
- 9 Rekomendasi merk wajan terbaik dengan induction bottom untuk matang lebih merata di bawah Rp500.000
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
11 Resep tumisan sayur campur protein tanpa daging yang bikin kenyang tahan lama
05 / 05 / 2026 09:00 WIB
Resep nugget tahu yang si kecil pasti suka, masaknya gampang dan rasanya krispi pakai trik ini
05 / 05 / 2026 15:11 WIB
Resep dessert banana pudding yang sehat tapi tetap nikmat, bikinnya ternyata cepat 10 menit jadi
05 / 05 / 2026 19:11 WIB
5 Resep tumisan sayur pedas gurih yang bikin nasi cepat habis
06 / 05 / 2026 09:00 WIB
















