Kenapa piring masih terasa licin setelah dibilas? Cek 4 kemungkinan ini
Diperbarui 27 Agt 2026, 14:59 WIB
Diterbitkan 27 Agt 2026, 13:00 WIB
- 1. Detergen yang Dipakai Terlalu Banyak
- 2. Sisa Lemak Makanan Belum Terangkat
- 3. Air Meninggalkan Lapisan pada Permukaan
- 4. Spons Cuci Piring Sudah Penuh Sisa Minyak
- Cara Membedakan Piring Licin karena Sabun atau Lemak
- Bagan Alur Mengecek Penyebab Piring Masih Licin
- Jangan Langsung Tambah Sabun Saat Piring Terasa Licin
- FAQ
Brilio.net - Piring sudah dicuci sampai tidak terlihat sisa makanan, tetapi saat disentuh setelah dibilas masih terasa licin? Kondisi seperti ini cukup sering bikin bingung, apalagi kalau busa sabun sudah tidak terlihat di permukaannya. Rasa licin juga belum tentu selalu menunjukkan penyebab yang sama.
Selain sisa detergen, ada beberapa hal lain yang bisa membuat permukaan piring terasa berbeda setelah dicuci. Mulai dari lemak makanan yang belum terangkat, kondisi air, sampai spons yang digunakan untuk mencuci. Daripada langsung menambahkan sabun, coba cek dulu beberapa kemungkinan berikut.
1. Detergen yang Dipakai Terlalu Banyak
Sabun cuci piring memang membantu mengangkat minyak dan sisa makanan, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Jika detergen yang dipakai terlalu banyak, proses pembilasan bisa membutuhkan perhatian lebih supaya tidak ada sisa bahan pembersih di permukaan. Jadi, banyaknya sabun tidak otomatis membuat piring lebih bersih.
Coba perhatikan apakah rasa licin muncul pada banyak piring setelah dicuci dengan takaran detergen yang sama. Jika iya, periksa kembali petunjuk penggunaan pada kemasan dan gunakan secukupnya.
Langkah yang bisa dicoba
1. Periksa kembali takaran detergen yang digunakan.
2. Cuci piring dengan jumlah sabun secukupnya.
3. Gosok seluruh permukaan piring, termasuk bagian tepi dan belakang.
4. Bilas menggunakan air bersih sampai tidak terlihat sisa busa.
2. Sisa Lemak Makanan Belum Terangkat
Tidak semua rasa licin berasal dari sabun. Piring yang sebelumnya digunakan untuk makanan berminyak juga bisa terasa licin jika masih ada lapisan lemak yang tertinggal di permukaannya.
Ciri yang bisa diperhatikan adalah sensasinya lebih mirip berminyak daripada seperti ada lapisan sabun. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada piring bekas makanan seperti gorengan, tumisan, makanan bersantan, atau hidangan dengan banyak minyak.
Langkah yang bisa dicoba
1. Buang sisa makanan dari piring sebelum mulai mencuci.
2. Perhatikan bagian yang masih tampak mengilap atau terasa berminyak.
3. Gosok bagian tersebut dengan spons dan detergen secukupnya.
4. Bilas kembali dengan air bersih.
5. Pastikan tidak ada lapisan minyak yang masih terasa saat piring disentuh.
3. Air Meninggalkan Lapisan pada Permukaan
Kondisi air juga bisa memengaruhi tampilan permukaan peralatan makan. Air dengan kandungan mineral yang tinggi dapat meninggalkan endapan setelah air mengering, terutama jika terlihat bercak atau lapisan putih pada piring dan gelas.
Namun, kondisi ini sebaiknya tidak langsung disamakan dengan rasa licin akibat detergen. Perhatikan juga apakah permukaan piring memiliki bercak, tampak kusam, atau meninggalkan lapisan setelah kering.
Langkah yang bisa dicoba
1. Biarkan piring mengering setelah dibilas.
2. Periksa apakah muncul bercak putih atau lapisan pada permukaannya.
3. Bandingkan kondisi piring yang dicuci dengan air yang sama.
4. Jika bercak sering muncul, perhatikan kondisi air yang digunakan untuk mencuci.
4. Spons Cuci Piring Sudah Penuh Sisa Minyak
Spons juga perlu diperiksa jika piring berkali-kali terasa berminyak setelah dicuci. Spons yang sudah banyak menyerap minyak dan sisa makanan dapat membuat proses mencuci kurang maksimal karena kotoran dari spons berpotensi kembali mengenai permukaan piring.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan piring ketika hasil cucian terasa kurang bersih. Kondisi alat yang digunakan untuk mencuci juga ikut menentukan hasil akhirnya.
Langkah yang bisa dicoba
1. Periksa apakah spons berbau atau terasa berminyak.
2. Bersihkan spons setelah digunakan.
3. Buang sisa makanan yang menempel pada spons.
4. Ganti spons jika kondisinya sudah sulit dibersihkan atau rusak.
5. Gunakan spons yang bersih saat mencuci kembali piring.
Cara Membedakan Piring Licin karena Sabun atau Lemak
Supaya tidak salah menangani, perhatikan sensasi yang muncul setelah piring dibilas. Piring yang terasa seperti memiliki lapisan berminyak perlu dicek dari sisa lemak, sedangkan bercak atau lapisan setelah kering bisa mengarah pada kemungkinan adanya endapan dari air.
| Kondisi Piring Setelah Dibilas | Yang Perlu Dicek | Langkah Awal |
|---|---|---|
| Terasa seperti ada lapisan sabun | Takaran detergen dan proses pembilasan | Bilas kembali dengan air bersih. |
| Terasa licin seperti minyak | Sisa lemak makanan | Cuci ulang bagian yang berminyak. |
| Muncul bercak putih setelah kering | Kemungkinan endapan mineral | Perhatikan kondisi air dan pola bercaknya. |
| Hanya terasa halus saat masih basah | Permukaan material piring | Jangan menjadikan rasa licin sebagai satu-satunya patokan. |
Bagan Alur Mengecek Penyebab Piring Masih Licin
Jangan Langsung Tambah Sabun Saat Piring Terasa Licin
Rasa licin sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda kurang sabun. Menambahkan detergen tanpa mengetahui penyebabnya justru bisa membuat proses pembilasan menjadi lebih lama jika masalah awalnya bukan berasal dari kurangnya sabun.
Lebih baik periksa dulu kondisi piring, sisa minyak, jumlah detergen, spons, dan apakah ada bercak yang muncul setelah piring kering. Setelah penyebabnya diketahui, piring bisa dicuci kembali dengan cara yang sesuai.
FAQ
1. Apakah piring yang terasa licin berarti belum bersih?
Belum tentu. Sensasi licin perlu dilihat bersama kondisi permukaan piring, misalnya apakah terasa berminyak, terdapat lapisan, atau hanya terasa halus ketika masih basah.
2. Kenapa gelas juga kadang terasa licin setelah dicuci?
Gelas memiliki permukaan yang sangat halus sehingga sensasinya bisa berbeda saat basah. Jika muncul lapisan atau bercak setelah kering, perhatikan juga kondisi air yang digunakan.
3. Apakah jenis bahan piring bisa memengaruhi rasa permukaannya?
Bisa. Keramik, kaca, melamin, dan bahan lainnya memiliki karakter permukaan berbeda. Karena itu, sensasi saat menyentuh piring tidak bisa dijadikan satu-satunya cara untuk menentukan apakah piring sudah bersih.
4. Kapan spons cuci piring sebaiknya diganti?
Spons sebaiknya diperhatikan kondisinya secara rutin. Jika sudah rusak, berbau, sulit dibersihkan, atau tetap terasa berminyak setelah dibersihkan, sudah waktunya mempertimbangkan menggantinya.
5. Apakah piring harus langsung dikeringkan setelah dibilas?
Tidak harus selalu dilap. Piring bisa ditiriskan di tempat yang bersih agar air mengalir dan permukaannya mengering. Yang penting, tempat penirisan juga dijaga tetap bersih.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Blender kuning bekas kunyit susah hilang? Coba cara ini dengan baking soda dan sitrun
- Tak perlu belah batang satu-satu, begini cara bersihkan kangkung agar kotoran dan serangga mudah luruh
- Kerak hitam di pantat panci susah hilang? Bersihkan tanpa air panas pakai 3 bahan ini
- Bekas air bikin gelas kaca buram? Begini cara membersihkannya tanpa menggosok keras
- Kain lap dapur cepat bau padahal baru dicuci? Cek 5 kebiasaan yang sering diabaikan
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
10 Resep lauk pendamping soto, dari perkedel sampai sate yang bikin semangkuk makin lengkap
25 / 08 / 2026 14:00 WIB -
17 Resep ayam kuah yang enak dan praktis, dari sop hingga garang asem
25 / 08 / 2026 14:00 WIB -
Cara mengolah sayuran sisa yang mulai layu pakai rice cooker, Yuk cobain resep omelet frittata ini
24 / 08 / 2026 20:00 WIB -
Cara olah roti tawar yang mau kaladuarsa jadi masakan lezat, yuk coba resep pizza teflon simpel ini
26 / 08 / 2026 20:00 WIB