Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari

Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari
Foto: Shutterstock.com

Brilio.net - Keinginan menyantap hidangan lezat ber cita rasa asin sering kali terhalang oleh kecemasan akan risiko tekanan darah tinggi. Hobi berburu kuliner memang menyenangkan, tetapi rasa takut tensi melonjak mendadak merupakan kekhawatiran yang sangat nyata.

Sebenarnya, sajian asin tetap bisa dinikmati asal sesuai dengan takaran harian yang aman bagi tubuh orang dewasa. Kuncinya terletak pada kemampuan mengontrol porsi dan memahami secara detail mana saja sajian yang masuk ke dalam tubuh.

Kementerian Kesehatan RI dan WHO menetapkan batas aman konsumsi garam harian sebesar 2.000 mg natrium, atau setara dengan satu sendok teh garam dapur per hari. Angka tersebut sudah mencakup seluruh asupan natrium harian dari makanan kemasan, camilan, hingga saus olahan.

Mengapa Penderita Darah Tinggi Perlu Memperhatikan Makanan?

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari punya kaitan yang sangat erat dengan kondisi pembuluh darah serta kerja organ jantung. Asupan nutrisi dari setiap hidangan secara langsung mempengaruhi tingkat kelenturan pembuluh darah hingga volume cairan di dalam tubuh. Ketika pola makan yang dijalankan buruk, risiko penyempitan pembuluh darah akan meningkat pesat, sehingga jantung terpaksa bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

Di sinilah peran natrium menjadi sangat krusial untuk dipahami. Sifat dasar natrium di dalam tubuh adalah menyerap dan menahan air dalam aliran darah. Semakin tinggi jumlah natrium yang masuk, makin banyak pula cairan yang terperangkap di pembuluh darah, hingga akhirnya membuat tekanan darah melonjak tajam. Namun, sekadar membatasi natrium saja belum cukup. Penjagaan pola makan secara seimbang dengan mengasup serat, kalium, dan magnesium juga sangat diperlukan agar kesehatan pembuluh darah tetap terjaga secara menyeluruh.

Darah Tinggi Tidak Boleh Makan Apa?

Demi menjaga angka tekanan darah tetap berada di batas aman, ada deretan jenis makanan yang perlu dibatasi secara ketat dalam keseharian. Garam dapur tentu berada di barisan paling depan karena merupakan sumber utama natrium yang bisa langsung menaikkan tensi jika dikonsumsi berlebihan. Selain garam dapur, sajian praktis seperti makanan instan dan olahan, mulai dari mi instan, sup kemasan, hingga bumbu siap pakai, juga menyimpan kadar natrium tinggi serta bahan pengawet.

Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari

Foto: Shutterstock.com

Daging olahan semacam sosis dan kornet pun tidak kalah berbahaya jika dikonsumsi sering-sering. Proses pembuatannya memakai banyak garam dan natrium nitrit untuk memperpanjang daya simpan produk. Bagi penggemar makanan cepat saji, sajian seperti burger, kentang goreng, serta ayam goreng tepung instan mengandung perpaduan natrium dan lemak yang sangat tinggi.

Tidak berhenti di situ, sajian yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, mentega, dan jeroan dapat memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah, yang pada akhirnya memperberat kerja jantung secara mendalam. Makanan dan minuman tinggi gula juga patut diwaspadai karena memicu obesitas serta resistensi insulin, dua faktor utama yang turut memicu kenaikan tekanan darah. Jika membuat olahan sambal seperti resep sambal matah, bisa coba pakai MSG sebagai pengganti garam. Terakhir, camilan ringan yang terasa gurih seperti keripik atau biskuit sering kali menyembunyikan kadar natrium dalam jumlah yang sangat tinggi.

Apakah Penderita Darah Tinggi Boleh Mengonsumsi MSG?

Penderita darah tinggi sebenarnya masih boleh mengonsumsi penyedap rasa seperti MSG atau monosodium glutamate, dengan syarat porsinya tetap terkontrol. Alasan utamanya terletak pada perbedaan kandungan natrium di dalamnya. Kandungan natrium pada MSG hanya berkisar sekitar 12%, angka yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan garam dapur yang mencapai sekitar 40%.

Hobi kulineran tapi takut darah tinggi? Ini deretan makanan yang harus dihindari

Foto: Shutterstock.com

Menggunakan sedikit MSG dalam masakan dapat memperkuat rasa gurih umami yang lezat. Dengan trik ini, takaran garam dapur bisa dipangkas secara signifikan tanpa perlu takut masakan terasa hambar atau kehilangan kelezatannya. Kuliner harian seperti sambal goreng hati, pecel lele, atau tongseng sapi bisa tetap terasa di lidah tanpa terasa hambar berkat micin.

Nah, salah satu MSG terbaik adalah Sasa MSG yang terbuat dari bahan tetes tebu alami. Micin ini dibuat melalui proses fermentasi yang menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higenis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas. Meski begitu, total asupan harian tetap menjadi hal yang tidak boleh terabaikan. Penggunaan MSG harus tetap dihitung ke dalam batas maksimal asupan natrium harian, yakni sebesar 2.000 mg natrium atau setara satu sendok teh garam per hari untuk orang dewasa.

 

(brl/lak)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas