Hanya pakai serai dan daun pisang, begini cara lindungi pare dari hama lalat buah sampai panen

Hanya pakai serai dan daun pisang, begini cara lindungi pare dari hama lalat buah sampai panen
foto: Instagram @nurung_sijaya

Brilio.net - Hama lalat buah sering kali menjadi tantangan utama bagi para petani pare yang mengakibatkan gagal panen akibat pembusukan. Namun, terdapat metode tradisional yang efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kualitas sayur pare tetap prima hingga masa panen tiba.

Teknik Pembungkusan Menggunakan Bahan Alami

Metode ini mengandalkan kombinasi dua bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, yaitu daun pisang dan batang serai. Daun pisang berfungsi sebagai pelindung fisik, sementara batang serai berperan sebagai pengusir hama alami.

"Cara alami supaya tanaman pare tidak kena lalat buah atau busuk buah sampai panen,” tulis awal pemilik akun Instagram @nurung_sijaya, dikutip BrilioFood, Rabu (7/1).

Teknik ini dinilai lebih ekonomis dan aman dibandingkan penggunaan bungkus plastik atau pestisida kimia yang dapat meninggalkan residu pada sayuran.

“Bungkus pakai daun pisang dan masukkan batang serai ke dalam bungkusan. Aroma batang serai sangat tidak disukai hama,” lanjutnya.

Hanya pakai serai dan daun pisang, begini cara lindungi pare dari hama lalat buah sampai panen

Cara Usir Lalat Buah Pare
foto: Instagram @nurung_sijaya

Manfaat Aroma Serai Sebagai Repelen Hama

Hanya pakai serai dan daun pisang, begini cara lindungi pare dari hama lalat buah sampai panen

Cara Usir Lalat Buah Pare
foto: Instagram @nurung_sijaya

Hal yang unik dari metode ini adalah penggunaan batang serai yang dimasukkan ke dalam bungkusan pelindung. Batang serai mengandung minyak atsiri dengan aroma tajam yang berfungsi sebagai penolak (repellent) bagi serangga pengganggu.

Dalam penerapannya, petani disarankan untuk "masukkan batang serai ke dalam bungkusan" daun pisang tersebut. Penggunaan serai sangat krusial karena "aroma batang serai sangat tidak disukai hama," terutama lalat buah yang biasanya mencari tempat untuk meletakkan telur di kulit sayur pare. Dengan adanya aroma kuat dari serai, lalat buah akan menjauh, sehingga sayur pare tetap bersih dan sehat hingga siap dipetik.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa daun pisang lebih baik daripada plastik untuk membungkus pare?

Daun pisang memiliki pori-pori alami yang memungkinkan sirkulasi udara tetap terjaga, sehingga kelembapan di sekitar buah tidak berlebih yang dapat memicu jamur.

2. Kapan waktu terbaik untuk mulai membungkus sayur pare?

Pembungkusan sebaiknya dilakukan sesaat setelah bunga pare rontok dan buah kecil mulai terbentuk, sebelum lalat buah sempat menyuntikkan telurnya ke dalam kulit buah.

3. Berapa lama aroma batang serai bertahan di dalam bungkusan?

Aroma serai biasanya efektif selama 1 hingga 2 minggu. Petani disarankan mengganti batang serai dengan yang baru jika aroma sudah mulai memudar atau batang sudah kering.

4. Apakah teknik ini bisa diterapkan pada tanaman merambat lainnya?

Ya, metode pembungkusan dengan daun pisang dan serai juga efektif digunakan pada tanaman seperti gambas (oyong), timun, atau melon yang juga rentan terhadap serangan lalat buah.

5. Apakah daun pisang harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan?

Gunakan daun pisang yang masih segar namun sudah dilemaskan (dijemur sebentar agar tidak mudah robek) untuk memudahkan proses pembungkusan dan memberikan perlindungan maksimal.

 

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas