Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? cara ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur

Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? cara ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur
air cucian beras | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Air cucian beras biasanya langsung dibuang setelah beras siap dimasak. Padahal, air bilasan yang masih baru ternyata bisa dimanfaatkan untuk beberapa pekerjaan dapur sederhana, terutama sebagai air rendaman atau tahap awal sebelum proses pencucian.

Air cucian beras memang tidak bisa menggantikan sabun cuci piring atau cairan sanitasi. Namun, kandungan pati yang membuat air bilasan terlihat putih keruh membuatnya menarik untuk dimanfaatkan kembali daripada langsung masuk ke saluran pembuangan.

Kenapa air cucian beras bisa dimanfaatkan?

Air cucian beras menjadi keruh karena membawa sebagian material dari permukaan beras, termasuk pati. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Colloids and Surfaces A pada 2019 menguji sifat butiran pati dalam air cucian beras dan menemukan bahwa pati tersebut dapat membantu pembentukan emulsi minyak dan air. Temuan ini memberikan penjelasan ilmiah mengapa air cucian beras secara tradisional pernah digunakan untuk membantu membersihkan benda yang berminyak.

Namun, penelitian tersebut bukan berarti air cucian beras bisa bekerja seperti sabun cuci piring dalam semua kondisi. Studi tersebut menguji mekanisme dan sifat pati, sedangkan penggunaan sehari-hari di rumah tetap membutuhkan pencucian dengan sabun jika peralatan bersentuhan dengan makanan.

Tinjauan ilmiah tentang air cucian beras yang terbit di Journal of Food Science and Technology juga mencatat bahwa penelitian mengenai pemanfaatannya masih terbatas dan sejumlah penggunaan tradisional masih membutuhkan validasi ilmiah lebih lanjut.

Jadi, cara paling masuk akal adalah menggunakan air tersebut untuk membantu pekerjaan awal, bukan menganggapnya sebagai pengganti bahan pembersih.

Manfaatkan air cucian beras untuk merendam alat dapur yang berminyak

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah memanfaatkan air cucian beras untuk tahap awal membersihkan alat yang memiliki sisa minyak ringan.

Misalnya, setelah memasak, ada wajan atau wadah dengan lapisan minyak tipis yang menempel. Air cucian beras bisa digunakan untuk membantu membasahi dan merendam permukaannya sebelum alat dicuci menggunakan sabun.

Caranya:

1. Tampung air cucian beras yang baru selesai digunakan.
2. Masukkan alat dapur yang memiliki sisa minyak ringan jika ukurannya memungkinkan.
3. Diamkan beberapa saat agar permukaan yang kotor terkena air secara merata.
4. Gosok bagian yang masih berminyak menggunakan spons.
5. Buang air rendaman.
6. Cuci alat menggunakan sabun cuci piring.
7. Bilas sampai tidak ada sisa sabun maupun kotoran.
8. Tiriskan atau keringkan seperti biasa.

Pati dalam air cucian beras memang memiliki sifat yang dapat berinteraksi dengan minyak dalam sistem emulsi. Namun, hasil di dapur bisa berbeda-beda tergantung jenis minyak, banyaknya minyak, permukaan alat, dan seberapa lama kotoran menempel.

Karena itu, cara ini lebih tepat disebut tahap awal untuk membantu pekerjaan mencuci, bukan cara mencuci alat berminyak tanpa sabun.

Air cucian beras juga bisa dimanfaatkan untuk memasak

Pemanfaatannya tidak harus selalu untuk membersihkan peralatan.

Dalam tradisi kuliner Jepang, air bekas mencuci beras yang dikenal sebagai togi-jiru digunakan dalam beberapa proses memasak. Salah satu penggunaan tradisionalnya adalah untuk merebus awal sayuran tertentu seperti lobak putih atau daikon sebelum dilanjutkan ke proses memasak berikutnya.

Cara ini berbeda dari penggunaan air cucian beras sebagai bahan pembersih karena air tersebut langsung dimanfaatkan dalam proses memasak.

Jika ingin mencobanya, gunakan air cucian beras yang baru dan berasal dari beras yang memang akan dimasak. Setelah itu, gunakan untuk proses perebusan awal sesuai resep yang sedang dibuat.

Penggunaan ini juga sebaiknya tidak digeneralisasi menjadi klaim bahwa semua sayuran pasti menjadi lebih empuk, lebih bergizi, atau lebih enak jika direbus menggunakan air cucian beras. Hasilnya bergantung pada bahan dan metode memasak.

Jangan gunakan air cucian beras untuk menggantikan sabun

Bagian ini penting karena air cucian beras memang terlihat seperti cairan pembersih setelah mengetahui kandungan patinya.

U.S. Food and Drug Administration (FDA), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang menerbitkan panduan keamanan pangan, menjelaskan bahwa permukaan yang bersentuhan dengan makanan perlu dibersihkan dengan metode yang sesuai. Dalam panduan untuk konsumen, FDA menyarankan piring, talenan, peralatan masak, dan permukaan dapur dicuci menggunakan air dan sabun setelah menyiapkan makanan.

Artinya, air cucian beras tidak sebaiknya digunakan sebagai pengganti sabun untuk mencuci piring, sendok, talenan, wajan, atau alat masak lain yang akan digunakan kembali untuk makanan.

Begitu pula dengan sanitasi. FDA membedakan proses membersihkan kotoran dari proses sanitasi permukaan yang membutuhkan metode khusus. Jadi, air cucian beras tidak dapat dianggap sebagai cairan sanitasi hanya karena mengandung pati.

Cara memilih air cucian beras yang masih layak dimanfaatkan

Tidak semua air bilasan harus ditampung. Kalau memang ingin menggunakannya kembali, paling praktis adalah memanfaatkannya sesaat setelah beras dicuci.

Kondisi air cucian beras Bisa dimanfaatkan? Penggunaan yang sesuai Catatan
Baru selesai mencuci beras Bisa Merendam alat berminyak ringan atau kebutuhan memasak tertentu Gunakan segera
Ditampung di wadah bersih Bisa Pekerjaan dapur yang sudah direncanakan Jangan dibiarkan tanpa tujuan
Sudah tercampur air wastafel Sebaiknya tidak Tidak perlu digunakan kembali Bisa membawa kotoran dari wastafel
Terkena sisa bahan mentah Tidak disarankan Jangan digunakan untuk pekerjaan lain Hindari kontaminasi silang
Akan digunakan mencuci piring Tidak sebagai pengganti sabun Bisa menjadi tahap awal saja Tetap cuci dengan sabun dan bilas
Akan digunakan untuk sanitasi Tidak Gunakan metode sanitasi yang sesuai Air cucian beras bukan sanitizer

 

Hal ini sejalan dengan prinsip keamanan pangan yang menekankan pemisahan bahan mentah, peralatan, dan permukaan agar kontaminasi tidak berpindah. FDA juga menjelaskan bahwa kontaminasi silang dapat terjadi melalui makanan, tangan, peralatan, maupun permukaan persiapan makanan.

Ikuti alur ini sebelum memanfaatkan air cucian beras

ALUR MEMANFAATKAN AIR CUCIAN BERAS
SELESAI MENCUCI BERAS
↓
Air bilasan masih baru dan
ditampung dalam wadah bersih?
↓
YA
↓
TIDAK
Ada keperluan dapur yang sesuai?
↓
YA
↓
Gunakan segera
TIDAK
↓
Tidak perlu disimpan
TIDAK
↓
LANGSUNG DIBUANG
↓
Jika untuk alat dapur:
lanjutkan dengan sabun + air bersih
↓
BILAS & KERINGKAN

 

Alur sederhananya adalah gunakan jika memang ada kebutuhan, bukan menyimpan air bekas hanya karena merasa sayang membuangnya.

Jangan lakukan hal ini saat memakai air cucian beras

  • Jangan menganggap air cucian beras sebagai pengganti sabun.
  • Jangan menggunakannya untuk mencuci buah atau sayuran yang akan langsung dimakan. FDA menyarankan buah dan sayuran mentah dibilas dengan air mengalir, bukan menggunakan sabun atau cairan pembersih.
  • Jangan menggunakan air yang sudah terkena bahan mentah untuk pekerjaan lain di dapur.
  • Jangan mencampur air cucian beras dengan pemutih atau bahan pembersih lainnya.
  • Jangan menyimpan air cucian beras terlalu lama hanya demi memanfaatkannya.
  • Jangan menganggap air yang semakin putih atau keruh berarti semakin ampuh membersihkan.
  • Jangan melewatkan pencucian dengan sabun setelah menggunakan air cucian beras sebagai tahap awal untuk alat makan atau alat masak.

Alat dan bahan yang dibutuhkan

Sebenarnya tidak banyak yang diperlukan:

  • Air cucian beras yang baru
  • Mangkuk atau wadah bersih
  • Wajan, panci, atau wadah yang akan dibersihkan
  • Spons cuci piring
  • Sabun cuci piring
  • Air bersih untuk membilas

Kalau digunakan untuk memasak, tentu bahan makanan dan alat masak mengikuti resep yang sedang dibuat.

Jadi, air cucian beras sebaiknya dibuang atau dimanfaatkan?

Keduanya bisa benar, tergantung kondisinya.

Kalau baru selesai mencuci beras dan memang ada alat dapur yang ingin direndam atau ada kebutuhan memasak yang sesuai, air tersebut masih bisa dimanfaatkan. Penelitian tentang pati dalam air cucian beras memang memberikan dasar ilmiah untuk potensi interaksinya dengan minyak, sementara penggunaan kuliner seperti togi-jiru menunjukkan bahwa air bilasan beras juga telah lama dimanfaatkan dalam praktik memasak.

Sebaliknya, kalau tidak ada kebutuhan yang jelas, tidak perlu repot menyimpan air cucian beras. Terlebih jika sudah tercampur air kotor dari wastafel atau berpotensi mengalami kontaminasi.

Intinya, air cucian beras bisa diberi kesempatan untuk dipakai kembali, tetapi tetap pada fungsi yang masuk akal dan tidak mengorbankan kebersihan dapur.

FAQ Seputar Air Cucian Beras

Apakah air cucian beras bisa dimanfaatkan untuk membersihkan alat dapur?

Bisa untuk tahap awal tertentu, misalnya membantu merendam alat yang memiliki sisa minyak ringan. Namun, air cucian beras bukan pengganti sabun cuci piring. Peralatan yang digunakan untuk makanan tetap perlu dicuci dengan sabun dan dibilas menggunakan air bersih.

Mengapa air cucian beras berwarna putih keruh?

Warna putih keruh muncul karena saat beras dicuci, sebagian material dari permukaannya ikut terbawa air, termasuk pati. Karena itu, air bilasan beras tidak sama dengan air biasa.

Apakah air cucian beras bisa menggantikan sabun cuci piring?

Tidak. Air cucian beras tidak dirancang sebagai cairan pencuci atau sanitasi. Untuk membersihkan piring, wajan, sendok, talenan, dan peralatan yang bersentuhan dengan makanan, tetap gunakan metode pencucian yang sesuai.

Apakah air cucian beras bisa digunakan untuk memasak?

Bisa pada penggunaan tertentu. Dalam beberapa tradisi memasak, air bekas mencuci beras digunakan untuk proses seperti merebus awal sayuran tertentu. Penggunaannya sebaiknya mengikuti resep atau teknik memasak yang memang membutuhkan air tersebut.

Kapan air cucian beras sebaiknya langsung dibuang?

Kalau sudah tercampur air kotor dari wastafel, terkena bahan mentah, atau tidak ada kebutuhan yang jelas untuk memanfaatkannya, lebih baik langsung dibuang. Tidak perlu menyimpan air bekas cucian hanya karena dianggap sayang jika memang tidak akan digunakan.

 

 

 

 

 

 

(brl/tin)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas