Beli petai banyak tapi takut busuk? 4 Cara menyimpannya agar tetap nikmat saat dimasak
Diperbarui 22 Apr 2026, 20:10 WIB
Diterbitkan 22 Apr 2026, 18:00 WIB

Petai adalah salah satu bahan masakan yang punya penggemar setia di Indonesia. Aromanya yang khas dan rasanya yang kuat justru menjadi daya tarik tersendiri — cocok ditumis, dijadikan lalapan, atau dipadukan dengan berbagai masakan berbumbu. Masalahnya, petai termasuk bahan yang tidak tahan lama jika tidak disimpan dengan benar.
Tidak sedikit orang yang membeli petai dalam jumlah banyak saat harganya sedang murah, tapi berakhir membuangnya karena keburu layu atau membusuk sebelum sempat diolah. Padahal dengan metode penyimpanan yang tepat, petai bisa bertahan jauh lebih lama, bahkan hingga satu tahun.
Mengapa Cara Penyimpanan Petai Itu Penting?
Petai memiliki kandungan air dan senyawa organik yang cukup tinggi sehingga rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur jika tidak disimpan di kondisi yang sesuai. Kelembapan berlebih, paparan udara terbuka, dan suhu ruang yang tinggi adalah tiga faktor utama yang mempercepat kerusakan petai.
Selain menjaga kualitas rasa dan tekstur, penyimpanan yang benar juga membantu mengurangi pemborosan makanan — dan tentunya lebih hemat di kantong.
Berikut adalah empat metode penyimpanan petai yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan.
Metode 1: Simpan di Kulkas dengan Pembungkus Kertas
Ini adalah metode paling sederhana dan cocok untuk pemakaian jangka pendek, sekitar satu minggu ke depan.
Suhu dingin di dalam kulkas akan memperlambat proses pembusukan secara signifikan. Tapi ada satu detail kecil yang sering diabaikan: kelembapan. Petai yang disimpan begitu saja tanpa perlindungan tambahan bisa menjadi lembap dan membusuk lebih cepat. Di sinilah peran kertas pembungkus atau tisu kering menjadi penting, keduanya mampu menyerap kelembapan berlebih yang menumpuk di sekitar petai.
Bahan yang dibutuhkan:
- Petai segar (dengan atau tanpa kulit)
- Kertas pembungkus atau tisu kering
- Kantong plastik berlubang atau wadah bertutup
Langkah penyimpanan:
Langkah 1: Jangan cuci petai sebelum disimpan. Bersihkan hanya saat hendak digunakan saja. Mencuci petai sebelum disimpan akan menambah kadar air yang justru mempercepat pembusukan.
Langkah 2: Bungkus petai dengan kertas atau tisu kering secara merata. Pastikan seluruh bagian terbungkus agar tidak ada area yang langsung terpapar udara dingin kulkas secara berlebihan.
Langkah 3: Masukkan petai yang sudah dibungkus ke dalam kantong plastik berlubang atau wadah bertutup. Lubang kecil pada plastik membantu sirkulasi udara tetap berjalan sehingga petai tidak pengap.
Langkah 4: Simpan di kulkas. Dengan cara ini, petai bisa bertahan sekitar satu minggu dalam kondisi segar.
Metode 2: Bekukan di Freezer
Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah solusi terbaik. Petai yang dibekukan dengan benar bisa bertahan hingga satu tahun tanpa kehilangan kualitas yang berarti.
Kunci keberhasilan metode ini ada pada persiapan sebelum pembekuan — petai harus benar-benar bersih, kering, dan dikemas dalam porsi kecil agar tidak perlu mencairkan semuanya sekaligus setiap kali memasak.
Bahan yang dibutuhkan:
- Petai yang sudah dikupas dan dibersihkan kulit arinya
- Plastik penyimpanan atau wadah kedap udara
- Air garam (opsional)
Langkah penyimpanan:
Langkah 1: Kupas petai satu per satu dan buang selaput halus yang menempel pada biji. Selaput ini jika dibiarkan bisa membuat tekstur petai menjadi tidak enak setelah dicairkan.
Langkah 2 (opsional): Rendam petai yang sudah bersih dalam air garam selama 10–15 menit. Langkah ini membantu mengeluarkan ulat yang mungkin masih ada dan sekaligus menjaga kualitas biji petai.
Langkah 3: Bilas dengan air bersih, lalu tiriskan hingga benar-benar kering. Ini adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan — petai yang masih basah saat dibekukan akan membentuk kristal es di sekitarnya dan membuat teksturnya menjadi lembek saat dicairkan.
Langkah 4: Bagi petai ke dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak. Masukkan masing-masing porsi ke dalam plastik penyimpanan atau wadah kedap udara, lalu keluarkan udara sebanyak mungkin sebelum menutupnya rapat.
Langkah 5: Simpan di freezer. Petai yang dibekukan dengan cara ini bisa bertahan hingga satu tahun.
Tips: Beri label tanggal pembekuan pada setiap kemasan agar mudah memantau masa simpannya. Gunakan metode FIFO (First In, First Out), yang lebih dulu masuk freezer, lebih dulu dipakai.
Metode 3: Blansir Sebelum Dibekukan
Teknik blansir adalah langkah tambahan sebelum pembekuan yang sangat direkomendasikan untuk menjaga warna, tekstur, dan rasa petai dalam jangka panjang. Proses ini melibatkan pemanasan singkat yang kemudian dihentikan tiba-tiba dengan air es — kombinasi yang efektif untuk menonaktifkan enzim alami dalam petai yang bisa menyebabkan perubahan warna dan pelunakan tekstur selama penyimpanan.
Bahan yang dibutuhkan:
- Petai yang sudah dikupas
- Air mendidih
- Air es atau es batu
- Wadah tahan panas dan saringan
- Plastik penyimpanan atau wadah kedap udara
Langkah penyimpanan:
Langkah 1: Kupas petai satu per satu hingga bersih.
Langkah 2: Didihkan air, lalu tuangkan ke dalam mangkuk berisi petai yang sudah dikupas. Aduk perlahan selama 3–5 menit. Durasi ini cukup untuk menonaktifkan enzim tanpa membuat petai menjadi terlalu matang.
Langkah 3: Segera pindahkan petai ke dalam wadah berisi air es. Pendinginan mendadak ini penting untuk menghentikan proses pemasakan dan mempertahankan kerenyahan petai. Tanpa langkah ini, petai akan terus "matang" dari panas yang tersisa dan teksturnya bisa menjadi lembek.
Langkah 4: Tiriskan dan keringkan petai hingga benar-benar tidak ada sisa air. Petai yang masih basah akan mengurangi kualitas pembekuan.
Langkah 5: Kemas dalam porsi kecil dan simpan di freezer.
Mengapa blansir lebih baik dari sekadar membekukan langsung?
Petai mengandung enzim lipoksigenase dan peroksidase yang tetap aktif bahkan pada suhu beku. Enzim-enzim ini secara perlahan mengubah warna dan tekstur petai selama penyimpanan jangka panjang. Blansir mematikan enzim tersebut sehingga petai tetap terlihat dan terasa segar jauh lebih lama.
Metode 4: Simpan dalam Wadah Berisi Air
Metode ini cocok untuk penyimpanan jangka menengah dan diklaim bisa membuat biji petai tetap renyah dan segar. Caranya cukup sederhana, petai direndam dalam air bersih di dalam wadah tertutup, lalu disimpan di kulkas.
Kunci keberhasilan metode ini adalah mengganti air secara rutin. Air yang dibiarkan terlalu lama akan menjadi keruh dan menjadi media pertumbuhan bakteri yang justru mempercepat kerusakan petai.
Bahan yang dibutuhkan:
- Petai (dengan atau tanpa kulit)
- Wadah kaca atau botol plastik bersih
- Air bersih
Langkah penyimpanan:
Langkah 1: Kupas atau biarkan petai dengan kulitnya, sesuai preferensi. Jika masih berkulit dan ingin dipotong kecil-kecil, bisa dilakukan di tahap ini.
Langkah 2: Bersihkan petai dari kotoran sebelum dimasukkan ke wadah.
Langkah 3: Masukkan petai ke dalam wadah kaca atau botol plastik yang bersih dan bebas bau, lalu isi dengan air bersih hingga seluruh petai terendam.
Langkah 4: Tutup wadah dan simpan di bagian bawah kulkas.
Langkah 5: Ganti air minimal dua kali seminggu untuk menjaga kesegaran dan mencegah air menjadi keruh atau berbau.
Perbandingan Singkat Keempat Metode
Agar lebih mudah memilih metode yang paling sesuai kebutuhan, berikut gambaran singkatnya:
- Bungkus kertas + kulkas — paling simpel, cocok untuk pemakaian dalam 5–7 hari
- Freezer langsung — tahan hingga satu tahun, cocok untuk stok jangka panjang
- Blansir + freezer — tahan hingga satu tahun dengan kualitas warna dan tekstur yang lebih terjaga
- Rendam air + kulkas — cocok untuk 1–2 minggu, petai tetap renyah dan terhidrasi
FAQ Menyimpan Pete Petai
1. Apakah petai yang sudah dibekukan rasanya tetap sama seperti petai segar?
Rasanya sangat mendekati petai segar, terutama jika diproses dengan metode blansir sebelum dibekukan. Satu hal yang mungkin sedikit berbeda adalah teksturnya — petai beku yang dicairkan cenderung sedikit lebih lunak dibanding petai segar. Namun untuk masakan yang melibatkan proses memasak seperti tumisan atau sambal, perbedaan ini hampir tidak terasa.
2. Bagaimana cara mencairkan petai beku yang benar agar kualitasnya tetap terjaga?
Cara terbaik adalah memindahkan petai beku dari freezer ke kulkas dan biarkan mencair perlahan selama beberapa jam atau semalaman. Hindari mencairkan dengan air panas atau microwave karena bisa merusak tekstur. Jika ingin langsung dimasak, petai beku bisa langsung dimasukkan ke dalam wajan tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu.
3. Apakah petai yang sudah mulai menguning masih bisa disimpan atau lebih baik segera dimasak?
Petai yang mulai menguning menandakan tingkat kematangan yang sudah cukup tinggi. Jika kondisinya masih padat dan tidak berbau busuk, masih bisa disimpan di kulkas untuk digunakan dalam 1–2 hari ke depan. Namun sebaiknya segera diolah karena proses penuaan akan terus berlanjut dan kualitasnya akan menurun lebih cepat.
4. Apakah petai yang disimpan dalam air tetap aman dikonsumsi? Bagaimana cara mengetahui apakah sudah tidak layak makan?
Petai yang disimpan dalam air umumnya aman selama airnya diganti secara rutin dan wadah dijaga kebersihannya. Tanda-tanda petai sudah tidak layak konsumsi antara lain: tekstur yang menjadi sangat lembek atau berlendir, perubahan warna yang mencolok ke arah kecokelatan atau kehitaman, serta bau yang menyimpang dari aroma petai pada umumnya.
5. Apakah aroma petai di kulkas bisa memengaruhi bahan makanan lain yang disimpan bersama?
Bisa, jika petai tidak dikemas dengan rapat. Aroma petai yang kuat berasal dari senyawa sulfur yang mudah menyebar di udara tertutup seperti kulkas. Untuk mencegah bau menyebar ke bahan makanan lain, pastikan petai selalu disimpan dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat, bukan hanya dibungkus plastik tipis terbuka.
(brl/tin)
Source: liputan6.com /
Septika Shidqiyyah
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan
pemeriksaan
dan kurasi oleh Editorial.
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Resep tahu cabe garam renyah dan gurih, cocok jadi lauk favorit
22 / 04 / 2026 17:00 WIB
Resep sate taichan rumahan, pedas gurih bikin nagih
22 / 04 / 2026 14:00 WIB
Resep sop ayam kampung yang empuk dan lezat, gini caranya dagingnya empuk dalam waktu singkat
22 / 04 / 2026 19:00 WIB
Resep makan siang nasi kulit gurih nan pedas, gampang dan siap saji dalam 20 menit
22 / 04 / 2026 15:00 WIB
















