Meskipun sudah jelas dilarang oleh otoritas kesehatan, namun penggunaan boraks dalam pembuatan bakso masih menjadi praktik yang mengkhawatirkan di beberapa tempat. Boraks sebenarnya senyawa kimia untuk industri non-pangan. Namun sejumlah produsen sengaja menambahkannya ke dalam adonan bakso untuk menghasilkan tekstur yang lebih kenyal, meningkatkan masa simpan, dan memberikan penampilan yang lebih menarik.

Padahal bakso yang mengandung pengawet boraks ini sangat berbahaya jika dikonsumsi. Boraks dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius. Efek jangka pendek meliputi mual, muntah, dan diare, sementara efek jangka panjang dapat mencakup kerusakan ginjal, hati, dan sistem saraf pusat.

Dilansir dari webmd.com, boraks juga diketahui memiliki potensi karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk mencegah dampak kesehatan serius seperti itu, konsumen harus lebih selektif saat hendak mengonsumsi bakso. Pasalnya hingga kini, masih banyak orang yang kebingungan dalam membedakan bakso yang mengandung boraks dan tidak.

Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah dengan mengecek kekenyalannya. Memang salah satu ciri bakso yang mengandung boraks adalah teksturnya yang sangat kenyal. Namun selain tekstur, ada ciri-ciri lain yang wajib diketahui untuk membedakan bakso boraks dan yang tidak. Nah, perbedaan ini pernah dijelaskan oleh seorang pedagang bakso melalui akun YouTube Bongas bakso.

Dilansir BrilioFood pada Selasa (23/7), dia mengaku ada ciri lain yang cukup signifikan untuk membedakan bakso dengan kandungan boraks dan yang tidak. Menurutnya, hal tersebut bisa dideteksi dari bau, rasa, dan tekstur bakso saat dikonsumsi.

 

© YouTube/Bongas bakso

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencium aromanya. Bakso yang mengandung boraks biasanya memiliki bau seperti obat. Sedangkan bakso alami cenderung beraroma sedap dari bumbu-bumbu yang digunakan.

"Baunya bukan harum dari aroma bumbu, tapi baunya seperti obat," jelas pengguna YouTube Bongas bakso.

© YouTube/Bongas bakso

Selanjutnya, bakso alami tanpa bahan pengawet boraks biasanya akan mudah pecah saat ditekan. Berbeda dengan bakso boraks yang cenderung sangat kenyal dan keras. Sekalipun ditekan, bakso yang mengandung boraks tidak akan pecah.

© YouTube/Bongas bakso

Langkah terakhir membedakan bakso boraks dan alami adalah dengan mengonsumsinya. Namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi bakso boraks akan sangat berisiko. Tapi jika kamu tidak menemukan perbedaan di kedua cara pertama, kamu dapat menggunakan langkah terakhir dengan mengonsumsinya secara langsung.

© YouTube/Bongas bakso

Nah, saat dikonsumsi, bakso boraks cenderung akan mengenyal dan keras. Dan di akhirnya, ada sensasi pahit yang timbul ketika mengonsumsi bakso boraks. Berbeda dengan bakso alami yang cenderung gurih, enak, dan mudah pecah saat dikunyah.