Brilio.net - Formalin merupakan zat pengawet yang telah dilarang penggunaannya pada makanan. Namun, hingga kini, masih ditemukan makanan yang mengandung formalin, salah satunya adalah tahu. Beberapa produsen nakal kerap menambahkan formalin demi memperpanjang masa simpan dan meraih keuntungan lebih, tanpa mempertimbangkan dampak buruk bagi kesehatan konsumen.
Mengonsumsi tahu berformalin dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dikutip dari healthopenresearch.org, paparan formalin dalam makanan dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan tidur, radang hidung, iritasi kulit, hingga meningkatkan risiko kanker. Dampak ini tentu sangat berbahaya bagi tubuh.
Untuk menghindari risiko tersebut, penting untuk lebih selektif dalam memilih tahu. Tahu yang mengandung formalin memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dikenali dengan mudah. Membedakan tahu murni dan tahu berformalin dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan.
Seorang pengguna YouTube bernama Fina pernah membagikan cara mudah membedakan tahu murni dan yang mengandung formalin. Melalui channel YouTube Fina Ardiana12, dia tampak menampilkan dua buah tahu yang berbeda. Satu tahu murni, dan satu lainnya adalah tahu yang mengandung formalin.
Dilansir brilio.net pada Kamis (3/4), cara membedakan tahu ini bisa dilihat dari tekstur, warna, hingga aromanya. Untuk melihat teksturnya, kamu bisa menyentuh atau menekan permukaan tahu sedikit saja.
foto: YouTube/Fina Ardiana12
Ketika tahu sebelah kiri ditekan, tampak muncul sedikit retakan (mudah hancur). Nah hal ini menandakan bahwa tahu tersebut murni atau terbuat dari kedelai asli. Berbeda dengan tahu sebelah kanan, yang saat ditekan, tekstur tahu tampak lebih kenyal dan liat. Tahu yang kenyal dan tak mudah hancur ini menandakan bahwa tahu tersebut sudah diberi tambahan formalin.
foto: YouTube/Fina Ardiana12
Selain tekstur, tahu ini juga bisa dibedakan dari warnanya. Tahu sebelah kiri (yang tidak berformalin) memiliki warna putih pucat. Sedangkan tahu berformalin justru putih bersih dan cerah.
foto: YouTube/Fina Ardiana12
Ketika dibelah, akan tampak rongga bagian dalam pada tahu. Nah, tahu murni cenderung memiliki banyak rongga di bagian dalamnya. Berbeda dengan tahu yang mengandung formalin, bagian dalamnya mulus dan rata. Tidak ada rongga sedikit pun pada bagian dalam tahu.
foto: YouTube/Fina Ardiana12
Lebih lanjut, pengguna YouTube tersebut juga menjelaskan bahwa tahu yang mengandung formalin cenderung akan lebih awet saat disimpan di suhu ruang. Jika idealnya tahu murni hanya bisa tahan 1-2 hari di suhu ruang, tahu berformalin justru bisa lebih dari itu.
Dari segi aroma, tahu murni memiliki bau protein khas dari kedelai. Namun tidak dengan tahu yang mengandung formalin. Tahu berformalin ini justru memiliki aroma menusuk seperti obat-obatan, yang menandakan bahwa tahu tersebut sudah diberi pengawet formalin.
Cara menggoreng tahu agar tidak mudah pecah atau hancur.
Agar tahu tidak mudah pecah saat digoreng, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan tahu dikeringkan terlebih dahulu dengan cara meniriskannya atau menepuk-nepuk permukaannya menggunakan tisu dapur. Kandungan air yang terlalu banyak dapat menyebabkan percikan minyak dan membuat tahu lebih rentan hancur.
Kedua, panaskan minyak dalam jumlah yang cukup dan pastikan suhunya sudah benar-benar panas sebelum memasukkan tahu. Menggoreng dalam minyak yang belum panas dapat membuat tahu menyerap terlalu banyak minyak, sehingga teksturnya menjadi lembek dan mudah hancur.
Ketiga, tambahkan sedikit garam atau tepung ke permukaan tahu sebelum digoreng. Garam membantu mengurangi kadar air dalam tahu, sedangkan lapisan tepung dapat membentuk pelindung sehingga tahu tetap utuh dan mendapatkan tekstur renyah di luar.
Terakhir, hindari terlalu sering membolak-balik tahu saat menggoreng. Biarkan satu sisi matang terlebih dahulu sebelum dibalik agar tahu tidak mudah pecah. Dengan menerapkan cara ini, tahu bisa tetap utuh, renyah di luar, dan lembut di dalam.