Makan ketupat di hari Lebaran adalah tradisi yang tak terpisahkan bagi banyak keluarga di Indonesia. Namun, sering kali ada keluhan tentang ketupat yang cepat basi meski baru sehari dibuat. Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Sugiyono dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University membagikan beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar ketupat lebih enak, tahan lama, dan tidak cepat basi. Yuk, simak!

1. Pilih Jenis Beras yang Tepat

foto: Unsplash/Emma Miller

Menurut Prof. Sugiyono, jenis beras yang kamu gunakan sangat mempengaruhi tekstur ketupat. Beras pera akan menghasilkan ketupat yang lebih keras, sedangkan beras pulen membuat ketupat lebih lembut.

"Semakin banyak beras yang dimasukkan ke dalam cangkang ketupat, semakin keras teksturnya," jelasnya.

Untuk ketupat yang tahan lama, pilihlah beras pera yang sudah disosoh dan bersih dari dedak. Jangan lupa untuk mencuci bersih dan merendam beras sebelum dimasukkan ke dalam cangkang ketupat!

2. Jenis Daun yang Digunakan

Daun muda pohon kelapa atau janur adalah pilihan umum untuk membungkus ketupat. Namun, di beberapa daerah, daun lontar atau daun pandan juga digunakan. Prof. Sugiyono menyarankan agar kamu menggunakan daun yang masih muda dan lentur agar tidak mudah sobek. Ini penting agar ketupat terlindungi dengan baik!

3. Teknik Pembuatan yang Benar

Untuk membuat ketupat yang lebih awet, kamu bisa menambahkan air kapur sirih pada beras sebelum dimasukkan ke dalam cangkang ketupat. "Air kapur sirih membuat ketupat lebih keras dan tahan lama. Ini adalah teknik tradisional yang sudah digunakan oleh banyak orang," ujarnya. Setelah matang, segera tiriskan ketupat dan angin-anginkan agar permukaannya cepat kering. Jangan biarkan ketupat dingin dalam air rebusan, karena ini bisa membuatnya cepat basi!

4. Penyimpanan yang Tepat

Untuk menyimpan ketupat agar tidak cepat basi, cara paling praktis adalah dengan memasukkannya ke dalam kulkas. Ketupat yang disimpan di kulkas bisa bertahan selama 7-9 hari dan teksturnya akan menjadi keras. Saat ingin mengonsumsinya, cukup kukus kembali agar teksturnya menjadi lembut. Selain itu, teknik vakum atau pemanasan juga bisa dilakukan, meskipun belum terbukti efektif secara ilmiah.

Makna dan Filosofi Ketupat dalam Tradisi Lebaran

Ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Indonesia, terutama di Jawa. Bentuk anyaman ketupat yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sementara isinya yang putih bersih setelah dimasak melambangkan kesucian dan permohonan maaf. Dalam tradisi Jawa, ketupat juga sering dikaitkan dengan istilah ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan, serta laku papat yang menggambarkan empat aspek kehidupan yang harus dijalani dengan baik.

Tradisi Lebaran dengan Ketupat di Masyarakat Jawa

Di banyak daerah di Jawa, tradisi makan ketupat saat Lebaran bukan dilakukan tepat pada 1 Syawal, melainkan seminggu setelahnya, yang dikenal sebagai Lebaran Ketupat. Tradisi ini sering diiringi dengan acara selamatan dan berbagi ketupat bersama keluarga serta tetangga sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.

7 FAQ Seputar Ketupat Lebaran

1. Kenapa ketupat bisa cepat basi?

Ketupat bisa cepat basi karena kandungan air yang berlebih, proses perebusan yang kurang lama, atau penyimpanan yang tidak tepat.

2. Bagaimana cara menyimpan ketupat agar awet?

Simpan ketupat di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik atau masukkan ke dalam kulkas jika ingin bertahan lebih lama.

3. Apakah ketupat bisa dihangatkan kembali?

Bisa, cukup kukus ketupat selama 10–15 menit agar teksturnya tetap lembut dan tidak kering.

4. Bolehkah menggunakan beras yang sudah direndam untuk ketupat?

Boleh, tetapi pastikan beras sudah ditiriskan dengan baik agar tidak terlalu lembek setelah dimasak.

5. Apakah jenis daun kelapa mempengaruhi ketahanan ketupat?

Ya, janur muda yang segar lebih baik karena mengandung zat alami yang menghambat pertumbuhan bakteri.

6. Berapa lama ketupat bisa bertahan di suhu ruang?

Ketupat sebaiknya dikonsumsi dalam 24 jam jika disimpan di suhu ruang. Jika ingin lebih lama, simpan di kulkas.

7. Apakah bisa membuat ketupat tanpa janur?

Bisa, ada alternatif seperti menggunakan plastik food-grade, tetapi hasilnya tidak seautentik ketupat dengan janur.